Kamis, 14 Juli 2011

Singing Dolls for KIDS


Terobosan dalam dunia pendidikan, mengajar karakter anak, lewat lagu, yang akan dinyanyikan oleh boneka kesukaan anak-anak. Setiap kali boneka di tekan, maka keluarlah lagu jenis, dengan pesan moral yang kuat !!

Ketika anak bermain, dia berfantasi menjadi teman, sahabat dengan karakter mainannya. Anak membayangkan mainannya ‘hidup’ dan mengajaknya berbicara, menjadikannya teman tidur di sampingnya.  Happy anak bertalenta, selalu ceria dan bersahabat dengan siapa saja. Holy adalah anak soleh, rajin belajar dan menjadi juara. Kids anak yang rajin, baik hati serta rajin berlolah raga. Karakter dengan sifat-sifat baik ini, akan menjadi ‘teman’ imaginer anak yang positif bagi kejiwaannya. (oleh: Ir.Jarot Wijanarko, pendiri Happy Holy Kids)

Singing Dolls Happy Holy Kids, berbeda dengan boneka-boneka lainnya. Karena visi misi dari awal perusahaan ini berdiri, adalah mewarnai anak bangsa, maka tujuan ini mewarnai produk-produk Happy Holy Kids, termasuk boneka. Boneka boneka karakter serial Happy Holy Kids, jika di tekan, maka akan menyanyi lagu dengan pesan moral. Kata-kata lagunya adalah:

Happy Holy Kids selalu riang gembira, Happy Holy Kids ramah dan baik hatinya, Happy Holy Kids sahabat kita semua, Happy... Happy... Happy Holy Kids ... hei
Kini saatnya, anda memilih teman bermain bagi anak anda, bukan asal boneka, tetapi boneka dengan karakter yang baik, dan pesan moral yang edukatif.
Boneka serial Happy Holy Kids:
1. Happy, yang Heboh !! hobby bernyanyi si-ceria
2. Holy, si Hebat, sang juara kelas yang soleh
3. Kids... Keren, anak baik yang suka menolong
4. Kuma (Kura-kura Manis)
5. Raby (Rajawali Bijak)
6+7. Kela dan Keli, Kelinci kembar yang lincah
8.Shumo, gajah kuat yang suka menolong dan... makan
9. Shumi, gajah lugu yang pandai memasak
10. Mondy (Monyet Trendy) yang kreatif

Dapatkan boneka unik ini di jaringan MLM IFA (www.ifadahsyat.com) di Toys City, Toko-toko mainan atau toko boneka lainnya atau hubungi kami : happyholykids@yahoo.com telp.0217562303 atau facebook: HAPPY HOLY KIDS PT
The Happy Holy Kids = Anak-Ceria-Berakhlak. Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini – Hebat Heboh Keren !!

Selasa, 12 Juli 2011

Buku PAUD & TAMAN KANAK KANAK


Usia dini disebut usia emas, karena pada masa inilah pola kecerdasan, baik intelektual emosi, sosial dan kecerdasan spiritual dibentuk. Karena itu pemilihan buku-buku pelajaran dengan muatan pesan moral, etika, budi pekerti sangatlah penting. (Ir.Jarot Wijanarko, pendiri Happy Holy Kids)

Buku-buku ini merupakan paket kurikulum untuk Paud/ Play Group dan Taman Kanak-Kanak, sesuai kurikulum dari Diknas, Permen terakhir, penyempurnaan KBK. Setiap paket meliputi: 
1.BukuAktifitas
2.Menarik Garis
3.Mengenal
4.Mengenal angka
5.DOT to DOT
6.Sobek-Tempel 
7.Buku Mewarna
Buku Aktifitas yang dilengkapi halaman pelajaran bahasa Inggris dan semua buku disertai pelajaran moral/ kurikulum karakter.

Tersedia Semester 1+2 untuk:
     Paket Paud / Play Group/ Kelompok Bermain (KB)
     Paket Taman Kanak-Kanak A (TK-A)
     Paket Taman Kanak-Kanak B (TK-B)

Bagi anak bapak ibu yang sekolahnya sudah menggunakan paket lain, maka paket ini bisa digunakan sebagai tambahan untuk latihan di rumah, dan akan semakin memperkaya kemampuan anak, sebagai terapi belajar yang menyenangkan, dan mendukung pelajarannya di sekolah.


Dapatkan buku-buku ini di jaringan MLM IFA (www.ifadahsyat.com) di Gramedia, Indomaret, Toko-toko buku lainnya atau hubungi kami : happyholykids@yahoo.com telp.0217562303 atau facebook: HAPPY HOLY KIDS PT 

The Happy Holy Kids = Anak-Ceria-Berakhlak. Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini – Hebat Heboh Keren !!

Dongeng Anak: CD Audio

Dongeng, adalah media komunikasi dengan anak yang effektif dalam menanamkan pesan-pesan moral. Orang tua zaman dahulu mendongeng untuk anak sebelum tidur, bahkan sampai anak tertidur. Menjelang anak tertidur, kata-kata atau moral dari dongeng, justru masuk ke alam bawah sadar anak.  Tanpa sadar, orang tua zaman dahulu telah melakukan ‘hypno parenting’ lewat dongeng menjelang tidur.  Karena kesibukan, orang tua zaman sekarang sudah tidak sempat lagi, dan hilanglah budaya positif ini. (oleh: Ir.Jarot Wijanarko, pendiri Happy Holy Kids)

Kita orang dewasa berikir, dongeng anak sudah tidak menarik, karena ada media film,  baik tv atau dvd. Ini pendapat salah, buktinya program radio dongeng anak dari Happy Holy Kids, digemari anak-anak. Rupanya anak-anak ketika mendengar dongeng, justru imaginasi mereka berkembang luar biasa, membuat cerita dongeng lebih asyik daripada film. Ini seumpama mendengar pertandingan sepakbola dari radio yang lebih seru dari melihat langsung, karena komentator bola yang heboh membuat pendengar membanyangkan betapa serunya. 
 Kecerdasan dan kreatifitas anakpun ternyata dipicu lewat dongeng... yang pasti kecerdasan moral mereka!  Nah... anda orang tua yang tidak bisa mendongeng, ada kabar gembira, kami telah membuat dongeng anak, tiap episode 30 menit dan anak akan mendengar sampai selesai, karena seru, ada sound effect, ada lagu, ada narasi seperti drama dan diperjelas oleh pendongeng sebagai narator. Ekonomis... karena 1 cd berisi 20 cerita edukasi yang sangat penting bagi pembangunan karakter anak-anak anda.
Dapatkan buku-buku ini di jaringan MLM IFA (www.ifadahsyat.com) di Gramedia, Indomaret, Toko-toko buku lainnya atau hubungi kami: happyholykids@yahoo.com telp.0217562303 atau facebook: HAPPY HOLY KIDS PT
The Happy Holy Kids = Anak-Ceria-Berakhlak. Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini – Hebat Heboh Keren !!

Dongeng: Buku Cerita Karakter

Masa depan anak-anak, sangat tergantung apa yang dimasukkan ke dalam otak dan hatinya. Melalui kemajuan kurikulum, teknologi, pengetahuan tentang otak dan terapinya, menjadikan anak cerdas bukan hal yang sulit.  IQ manusia secara umum meningkat rata-ratanya, karena perbaikin gisi, lingkungan dan terapi.

Namun keberhasilan manusia, sebenarnya lebih ditentukan oleh kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritualnya, karakter dan integritas, attitue, sikap hati dan moral anak. Karena itu, pemerintah telah menghimbau untuk para pendidik anak usia dini, usia emas untuk membentuk karakter, untuk memasukkan KURUKULUM PROGRAM KARAKTER dan bukan hanya kurikulum otak, bangka, bahsa dan ilmu pengetahuan.
Bagaimana cara menanam nilai-nilai pada anak? Masuklah dunia mereka. Dunia bermain, cerita dan lagu. Cerita baik film, animasi, dongeng audio ataupun buku cerita, baik membaca sendiri ataupun dibacakan, adalah salah satu media menanam karakter pada anak.
Karena itulah, Happy Holy Kids memproduksi Story book, dengan konsep ‘lanscape view’, artinya dua halaman hanya memuat 1 gambar yang lebar. Anak akan konsentrasi pada satu pokok cerita ketika membuka halaman buku, dan mendapat panorama gambar yang lebih indah, luas dan menarik. Setiap buku dengan pesan-pesan moral yang kuat, merupakan keistimewaan produk produk Happy Holy Kids. Buku ini digambar dengan teknik ANIMASI 3d, sehingga colourfull, hdup, menarik bagi anak-anak, selain isinya muatan moral yang disusun berdasarkan kurikulum karakter.
Telah disipkan ratusan cerita, sehingga bisa menjadi pelajaran sepanjang tahun bagi anak usia dini, menjadi kurikulum kehidupan anak-anak tercinta.
Dapatkan buku-buku ini di jaringan MLM IFA (www.ifadahsyat.com) di Gramedia, Indomaret, Toko-toko buku lainnya atau hubungi kami : happyholykids@yahoo.com telp.0217562303 atau facebook: HAPPY HOLY KIDS PT
The Happy Holy Kids = Anak-Ceria-Berakhlak. Membangun Karakter Anak Sejak Usia Dini – Hebat Heboh Keren !!

Senin, 13 Juni 2011

Kreatifitas Anak

Rumah Kreatifitas


 Banyak orang bertanya, kenapa anak-anak saya bisa begitu pandai-pandai, mandiri dan terlebih kreatif, penuh ide dan inspirasi, anak dengan drive dan memotivasi diri sendiri untuk selalu berkarya.  Dalam hal seni, ketiga anak saya pemain piano, nomor  tiga ada  tambahan suka sekali melukis, membuat art paper, membuat boneka tangan dan aneka gift dari hasil  jahit menjawait lainnya. Sekali lagi, anak baik, anak pandai dan anak kreatif tidak turun dari langit.
Saya punya teman dengan 5 orang anak, semuanya pendiam, tidak kreatif, dan juga tidak pandai, tidak memiliki ide, inisiatif, hanya melakukan apa yang disuruh. Di kelas dan dalam pergaulan dengan teman-teman, hanya mengikuti dan tidak ada ususl atau inisiatif.  Orang tua konseling dan saya ke rumahnya.
Saya segera mengerti, kenapa anak-anak mereka tidak bertumbuh kreatifitasnya.  Rumah mereka terlalu rapi, penuh kristal, bunga kering, furniture yang mewah dan rapi.  Semua tamu tentu akan kagum, hanya sayang rumah seperti itu menjadi semacam ‘penjara’ bagi anak-anak usia 0-7 tahun.
Setiap anaknya mau bergerak atau berjalan agak kencang, apalagi berlari, mamanya segera berteriak “Hati-hati!”  Ketika anaknya menempel hasil mewarnai di dinding, yang tentu ‘merusak’ keindahkan interior design yang mewah, maka meledaklah amarah orang tua. 

Secara jangka panjang, tanpa sadar, kondisi atmosfir seperti ini, mencetak anak tidak berani bertindak, tertekan, tidak berani berekspresi.
Siapa yang tidak mau punya rumah rapi, apalagi ketika saya banyak melakukan binis ekspor dan banyak traveling ke luar negri, mendapat hadiah dari relasi bisnis, cristal Checkoslovakia, Bohemia dll.  Namun saya dan isteri sepakat, selama anak paling kecil belum melewati usia 8 tahun, kami menyimpan semua di box, dan kami bebaskan anak-anak  untuk membuat rumah mereka sebagai Rumah Kreatifitas.

D ruang tamupun ada beberapa tempelan hasil karya anak-anak ketika mereka sekolah PG dan TK, entah kertas dengan corat-coret atau gambar yang diwarnai.  Kadang saya pulang dan menjumpai meja kursi disusun terbalik, korden melintang dan ada tali membentang, dan anak-anak bercerita, mereka membuat ‘kapal layar’ dengan itu semua.

Jika ruang tamu, ruang keluarga mereka ‘acak-acak’ seperti itu, maka jangan tanya bagaimana di dalam kamr mereka.  Sampai hari ini, ketika mereka SMP-pun kamar mereka penuh tempelan.  Tentunya bukan hasil karya mewarnai, tetapi aneka poster.  Hanya saya senang, karena bukan poster aktor atau artis, tetapi poster buatan sendiri, yang berisi kata-kata motivasi atau target dan ‘goal setting’ mereka dalam bentuk poster atau kollase.

Dalam usia emas (0-6 atau bisa hingga 8 tahun), biarkan mereka dengan bebas mengeksplorasikan segala fungsi-fungsi kecerdasan, maka keandaian, kreatifitas, keberanian mencoba dan berkarya, akan berkembang luar biasa. Inilah cara praktis meningkatan ‘spacial intelligence’ dan karakter mereka, dan hal-hal seperti inilah yang justru membuat mereka akan lebih berhasil di kemudian hari, daripada nilai-nilai akademik, namun tidak kreatif dan tidak berani mencoba.

Rumah bukan menjadi semacam ‘sangkar emas’ yang indah namun ‘memenjarakan’ kreatifitas mereka. Mari kita buat, supaya rumah benar-benar menjadi Rumah Kreatifitas mereka, tempat tinggal mereka, home base atau sarang mereka. 

Mau melatif anaknya kreatif? Tersedia KREATIF PAPER HHK. Tersedia di Paper Klip, MLM IFA atau bisa juga via www.hhkonline.com

Selasa, 07 Juni 2011

Lagu Paud Play Group Taman Kanak-kanak





Lagu, merupakan bagian dari kehidupan anak-anak, dan membentuk moral dan karakter anak-anak, karena mereka dengar berulang-ulang, bahkan mereka nyanyikan. Kata-kata yang didengar dan diucapkan berulang-ulang akan masuk ke lubuk hati anak-anak. (oleh: Ir.Jarot Wijanarko, pendiri Happy Holy Kids)


Banyak lagu anak-anak justru dengan pesan moral yang salah atau tidak tepat secara ilmu pengetahuan. Misal lagu ‘Naik Kereta Api tut tut tut... ke Bandung Surabaya ... ayo naik dengan percuma ... dstnya’... pantas saja jika orang-orang naik kereta api tidak membayar, karena dari kecil diajarkan ‘naik dengan percuma’.  Jika sekarang anda naik kereta api, dan diputar video klip lagu anak ‘Kereta Api’ versi baru, dinyanyikan beberapa badut, itulah ciptaan dari team Happy Holy Kids dan video klipnya dibuat bersama dengan PJKA. Narasinya ada edukasi ‘jangan lupa beli tiketnya’

Bintang kecil di langit yang biru’... ini juga aneh buka? Kalau langit biru, siang hari, bintang tidak kelihatan. Lagu ‘Bangun tidur ke terus mandi ....’ Artinya anak bangun kesiangan terus langsung mandi. Kenapa kita tidak membuat lagu ‘bangun tidur ku solat subuh ...’ ? Jadi anak bangun pagi, sembahyang, olah raga, baru mandi dan seterusnya.

Untuk itulah Happy Holy Kids didirikan, menciptakan ratusan lagu anak-anak usia dini, penuh dengan pesan moral, serta sesuai muatan kurikulum untuk anak PAUD, Play Group dan Taman Kanak Kanak. Lagu yang dibuat oleh team yang peduli pendidikan moral dan karakter anak-anak, sesuai etika dan budaya bangsa Indonesia. Selain pesan moral, ada pesan-pesan nasionalisme, kebangsaan dan kebersamaan.

Minggu, 29 Mei 2011

Mendidik Anak Remaja


Jadi Sahabat Anak Remaja

Anak remaja, anak tanggung, anak kecil bukan, dewasa belum. Mereka tidak mau dianggap dan diperlakukan seperti anak kecil, tetapi kita juga belum percaya sepenuhnya, karena kenyataannya mereka memang belum dewasa. Inilah awal akar konflik.  Bukan hanya belum dewasa, justru penuh gejolak, baik gejolak emosi maupun hormonal. Khususnya remaja wanita, mereka memasuki tahap baru, yang belum mereka alami sebelumnya, tubuh biologis mereka mulai menghasilkan telur, yang ketika tidak dibuahi menjadi menstruasi. Hormonal mereka mencari keseimbangan baru, jiwa mereka mencari jati diri. Inilah masa krusial, di persimpangan jalan, apakah dia akan menjadi anak nakal, binal, terlibat pornografi atau menjadi anak-anak dengan mimpi dan cita-cita besar dan bergairah mengejar masa depan.

Hal terpenting, menjadi sahabat bagi mereka. Saya ulangi pernyataan saya di edisi sebelumnya; “Saya sekarang hidup, dengan pikiran, bukan hanya bagaimana ‘menyenangkan TUHAN’, tetapi juga bagaimana ‘menyenangkan hati anak’. Kita tidak boleh memaksakan citra kita atau konsep kita kepada anak-anak, tentang apa yang harus mereka pakai atau lakukan, sebaliknya, kita boleh menyesuaikan dengan mereka, untuk menjadi sahabat mereka”. 
 
Saya menghadapi banyak pertanyaan sejenis; “Pak bagaimana supaya anak remaja saya punya attitude yang baik, supaya dia menurut dan tidak memberontak, supaya ... dll” yang intinya SUPAYA ANAK SAYA BERUBAH.

Jawabannya, seberapa jauh anda mau berubah untuk anak anda ! Apakah anda memimlih duduk di coffee shop atau starbuck dan membaca majalah atau sibuk bb sebagai ganti menemani anak anda menelusuri outlet demi outlet dari mall ke mall? Apakah anda lebih memilih pakain dan gaya untuk membangun image/ citra anda dan menasehati anak anda berpakaian seperti image yang anda ingin anak anda pakai, atau sebaliknya, justru anda yang menyesuaikan dengan anak anda? Apakah anda mau menyediakan waktu untuk DIAM dan MENDENGAR sebagai ganti ‘menasehati’ (menurut anda, tetapi menurut anak anda, anda kotbah, nyerocos atau bahkan dengan istilah yang pedas ... anda mbacot!) Seberapa sering anda mau bermain dengan mereka? Nonton bareng? Sepeda atau renang atau olah raga lainnya dengan mereka?

Anda akan berkata, saya sibuk, saya banyak bisnis, pelayanan, kegiatan sosial dan saya tidak ada waktu. Itulah masalah anda. Anda bisa memberi biaya, dana tetapi anda tidak bisa memberi yang paling mereka butuhkan, waktu! Kebersamaan, persahabatan, membangun hubungan, menjadi sahabat butuh satu hal, yaitu waktu. Sebelum kita mengubah anak kita, kita harus menjadi sahabatnya dan itu butuh waktu serta kesediaan menyesuaikan diri.  Seberapa jauh kita menyesuaikan diri dengan anak, hal sebaliknya akan terjadi.





Melalui awal seperti ini, hubungan akan terjalin, dan anak berubah? Tidak secepat itu ! Tetapi inilah awal dari sebuah komitmen untuk menjalin hubungan. Remaja bukanlah anak kecil, tetapi belum dewasa, yang mereka butuhkan bukan guru, bukan mentor, bukan orang tua, tetapi SAHABAT.  Lihatlah betapa anak-anak remaja sangat lengket dengan sahabatnya, karena itulah yang penting dalam hidupnya.

Anda pernah remaja, anda pernah punya sahabat? Renungkan bagaimana anda bersikap dengan seorang sahabat, dan itulah yang perlu anda lakukan dengan anak anda.

Kalau sahabat anda cerita dia ditaksir orang lain apa yang anda lakukan? Anda tidak marah bukan? Anda cari tempat dan ingin DENGAR ceritanya dan bukan memberi nasehat !!  Jadilah SAHABAT anak anda, dan anda akan melihat ‘mujizat’ terjadi dalam sikap anak anda.

Bergabunglah ke group maupun wall/ komunitas facebook dengan nama INSPIRASI MENDIDIK ANAK, untuk tips-tips lainnya. Sekarang tersedia puluhan episode Video Streaming yang bisa di lihat di YOU-TUBE, dengan nama Inspirasi Jarot Wijanarko, GBU www.thehappyholykids.com

Menjadi Sahabat Anak


Rendah Hati, supaya jadi Sahabat Anak

Tahun 2011, saya isteri dan anak mengambil program konseling, dalam arti kami menjadi pasien.  Keluarga kami baik-baik dan bahagia, anak-anak pintar dan mendapat beasiswa. Keluarga kami terbuka baik keuangan, hp, internet, laptop, facebok saling tahu password. Anak kami SMA bertanya ke isteri saya; “Apa mama pernah bertengkar dengan papa?” “Kenapa tanya demikian?” “Aku ndak pernah lihat”.  Jadi keluarga saya cukup bahagia bahkan menjadi teladan bukan? Sayapun menulis banyak buku keluarga dan pembicara masalah keluarga.

Awal 2001, saya ambil program konseling keluarga, maksud saya bukan saya belajar ilmu konseling, tetapi saya mendaftarkan diri sebagai ‘pasien’ untuk ikut program konseling, untuk saya, istri dan anak.  Waktu saya bercerita begini, jemaat ada yang nanya; “Lho Pak jarot punya masalah apa? Saya pikir keluarganya hebat banget”.  Jawab saha; “Ha ha ha... untuk konseling tidak harus punya masalah berat, tetapi harus punya kerendahan hati” “Perusahaan yang untungnya 100 milyar, panggil konselor, mentor atau konsultan, misal Anthony Robin suaya untungnya 200 milyar. Mereka tidak menunggu bangkrut dan baru konsultasi. Itulah pikiran, paradigma orang-orang yang mau maju dan lebih maju lagi, bergairah untuk menjadi yang terbaik, extra ordinary spirit atau spirit of excellence dan kuncinya, RENDAH HATI”
 
Maka sayapun mengikuti program konseling, dan sengaja memilih psikolog, karena dia bisa menjelaskan secara ilmiah, sistematis, sebab akibat masalah emosi dan perilaku, serta penangannya. Alasan kedua, kalau dari sisi theologis, saya sudah tahu banyak hal, maka saya tidak ke Hamba TUHAN.  Nah... banyak bukan suami anda atau anak anda tidak mau diajak konseling? Rasanya menjadi seperti pesakitan jika harus ke psikolog, konselor atau hamba TUHAN? Saya ingin mendorong anda, kalau saya saja yang cukup bahagia mau konseling, maka andapun bisa melakukan hal yang sama. Anda bisa memilih dengan gembala, hamba TUHAN tamu yang datang,  konselor atau psikolog, dan datang dengan hati terbuka, rendah hati untuk mau menerima masukan.

Musuh pemulihan, musuh kemajuan adalah congkak, sombong, tidak mau mendengar, bahkan Firman TUHAN berkata, itu termasuk salah satu dari tujuh hal yang dibenci TUHAN. Orang tua yang demikian diberontak anak-anaknya, dan anaknya bermasalah dan sulit mengalami perubahan. Perubahan anak akan terjadi jika ada perubahan orang tua.

Saya berikan sedikit kesaksian, hasil konseling kami,dan akan saya sambung dalam edisi-edisi selanjutnya.  Saya tahu keluarga saya cukup bahagia dan menjadi teladan, tetapi saya ingin lebih maksimal. Anak saya sudah remaja semua, nomor 1 dan 2 sudah mendapat beasiswa penuh di Singapura, anak ketiga, masih bersama kami. Saya serta istri, ingin lebih dekat secara psikologis dengan dia, untuk itulah kami konseling, bagaimana menjadi teman akrab bagi anak remaja.

Kenapa saya katakan harus rendah hati? Ketika kami sekeluarga konseling, maka sayalah sebagai ayah, sebagai kepala keluarga yang harus bertobat dan berubah terlebih dahulu. Lho kenapa saya, kenapa bukan anak saya, saya khan tidak ada masalah? Perilaku anak, salah satunya bisa disebabkan karena masalah emosi akibat sikap, perkataan dan perilaku orang tua atau ayahnya.

Saya selama ini hidup sangat sederhana, tentang mobil, baju, jam, hp dan barang2 yang saya pakai. Karena saya mau ‘menyenangkan TUHAN’. Tetapi saya tidak sadar, bahwa anak saya paling kecil menjadi tidak bangga dengan bapaknya karena bapaknya ‘jadul’. Jadi selama ini ia lebih senang diantar istri saya jika pergi ke Mall atau ke rumah teman, maka ‘jarak psikologis’ kami menjadi jauh.

Saya harus merubah gaya hidup, kalau tadinya begitu getol pakai batik, baju formal, dengan citra ‘hamba TUHAN’, sekarang saya harus lebih gaya, pakai jeans, baju kotak-kotak, hp baru supaya lebih ‘keren’ sebagai seorang ayah yang diabnggakan anaknya ditengah teman-teman gaul di zaman yang memang berbeda dengan yang kita harapkan dan pikirkan.

Saya sekarang hidup, dengan pikiran, bukan hanya bagaimana ‘menyenangkan TUHAN’, tetapi juga bagaimana ‘menyenangkan hati anak’. Kita tidak boleh memaksakan citra kita atau konsep kita kepada anak-anak, tentang apa yang harus mereka pakai atau lakukan, sebaliknya, kita boleh menyesuaikan dengan mereka, untuk menjadi sahabat mereka.

Bergabunglah ke group maupun wall/ komunitas facebook dengan nama INSPIRASI MENDIDIK ANAK, untuk tips-tips lainnya. Sekarang tersedia puluhan episode Video Streaming yang bisa di lihat di YOU-TUBE, dengan nama Inspirasi Jarot Wijanarko, GBU www.thehappyholykids.com

Anak Cerdas

Setiap anak cerdas, hanya cerdasnya berbeda-beda. Thomas Alfa Edison, butuh 12 th untuk menyelesaikan SD dan 3 bulan di SMP lalu dikeluarkan, karena dianggap anak bodoh. Untung orang tuanya, walau belum ikut seminar 'Multiple Intelligences' malah sudah mempraktekkan ilmunya. Ayahnya tetap menganggap anaknya pandai, pandai otak atik, dan karena utak-atik anaknya, gudangnya malah terbakar.

ThoMas Alfa Edison, tumbuh menjadi peneliti utak atik dan menemukan listrik, dasar mesin kereta api dan lain-lainnya dan diakui dunia sebagai orang pandai.

 Nah, anak anda juga pandai, ada yg pandai bergaul, (istilah kerennya, social intelligence), ada yg pandai bicara (linguistic intelligence) ada yang panda musik, melukis, dll.  Tugas orang tua adalah menemukan jenis kepandaian anak, dan mengarahkannya ke arah yang tepat. 


Tujuan pendidikan anak, pada akhirnya adalah supaya anak berhasil.  Nilai bagus, IP yang tinggi dan mendapat juara serta gelar sarjana, baru separo  di tengah jalan.  Apa artinya memegang sertifikat sarjana kalau bekerja dan tidak naik-naik pangkat.  Apa artinya tropy kejuaraan berjejer di ruang tamu kalau akhirnya tidak sukses hidup karena dia anak pandai tapi kuper, kurang bergaul.

BERHASIL? Mereka yang berhasil bukan yang bisa menulis halus dengan tata bahasa yang benar, tetapi yang berani berbicara. Mereka yang berhasil bukan yang otaknya pandai (IQ-Intellectual Quotient), tetapi hatinya pandai (EQ-Emotional Quotient).  Mereka yang menikah dan bahagia (berhasil hidup berumah tangga) bukan ahli agama atau yang IP tinggi, tetapi yang berkarakter (SQ-Spiritual Quotinet) yang hatinya baik.  Mereka yang berhasil bisnis bukan ahli matemathika ekonomi yang bisa menghitung rugi laba dengan cepat, tetapi yang memiliki integritas dan pandai bergaul (ESQ-Emotional Spiritual Quotient).  Mereka yang berhasil dibidang politik bukan doktor ilmu sosial politik, tetapi yang temannya banyak dan jaringannya luas.

Prof Dr Daniel Golleman, bapak managemen modern di Amerika meneliti orang-orang yang berhasil dan melaporkan hasil surveynya: “Mereka yang sukses dan berhasil, bukan mereka yang waktu sekolah memiliki nilai rapor bagus tetapi mereka yang aktif organisasi, banyak bergaul dan temannya banyak.  IQ hanya mempengaruhi 20% keberhasilan sedangkan EQ & ESQ 80%!”

Celakanya, banyak orang tua melarang anaknya bermain dan memberikan jadwal less dan belajar lebih dari porsi untuk usianya.  Mereka akan pandai disekolah tetapi bisa GAGAL dalam hidup nantinya.  Karena itu, jika tujuan orang tua mendidik anak supaya nantinya mereka berhasil, perhatikan EQ dan ESQ yang justru mempengaruhi 80% keberhasilan mereka nantinya.

EQ tentunya lebih banyak dibentuk di SEKOLAH, tetapi EQ dan SQ (sering digabung menjadi ESQ) lebih banyak dibentuk oleh KELUARGA dan LINGKUNGAN.  Lingkungan yang cukup berpengaruh adalah lingkungan/ komunal ibadah (entah Mesjid atau Gereja) selain lingkungan tempat tinggal dan teman-teman.

Karena itu, orang tua tidak boleh merasa sudah bertanggung jawab dalam mendidik anak, karena sudah membiayai sekolahnya, itu baru 20% dari bagian mendidik anak yang hanya mempengaruhi 20% keberhasilannya.  Terlebih lagi orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak-anak, waktu bersama mereka, menanamkan nilai-nilai hidup, moral, tata krama, mengawasi pergaulan mereka dan yang terutama, mengajari mereka ‘bergaul’ dengan Tuhan dengan doa pribadi, saat teduh dan mengajak mereka beribadah sehingga terbentuk sikap ‘takut akan Tuhan’ sebagai fondasi ESQ yang paling kuat, memiliki kasih yang merupakan SQ terbaik.

Di akhir zaman ini, mencari anak pandai akan sangat mudah, karena begitu bagusnya perkembangan kurikulum, berbagai less dan terapi kecerdasan muncul dimana-mana dan sekolah dengan perbagai program termodern dengan standar nasional plus bahkan international didirikan oleh banyak pihak. Namun mungkin akan sulit mencari anak baik dan anak berkarakter.  Anak bermoral yang mengerti tatakrama, anak yang jujur dan memiliki integritas.  Anak langka seperti inilah yang nantinya akan berhasil dan ‘mewarisi bumi’.

Anak CERDAS secara lengkap, baik IQ dan ESQ tidak turun dari langit, tetapi bisa dibuat, dilatih atau diterapi, kalau kita orang tua mengenal kekerdasan secara lengkap, faktor-faktor yang mempengaruhi dan bagaimana terapi untuk setiap jenis kecerdasan supaya anak kita tumbuh secara seimbang, baik otak kiri maupun kanan, baik kemampuan logika berpikir serta perasaan empati dan simpati, baik.

Memiliki anak cerdas bukan lagi impian, anak anda BISA CERDAS!!  Melalui rubrik ini, secara berseri saya akan mengajarkan PENDIDIKAN ANAK secara lengkap dan seimbang.